fibroadenoma mammae
HEALTH

Fibroadenoma Mammae Adalah Tumor Jinak

Hallo sahabat bloger, jika sebelum nya saya pernah membahas tentang Pengalaman Operasi Fam maka kali ini saya akan membahas lebih detail mengenai Fibroadenoma Mammae.

1. Fibroadenoma Mammae

FAM kepanjangan dari fibroadenoma mammae adalah penyakit tumor jinak yang paling umum menyerang wanita. FAM berukuran cukup kecil, yang biasanya hanya beberapa cm dan jarang yang berukuran lebih besar dari 5 atau 6 c.

2. Penyebab Fibroadenoma Mammae

Penderita fibroadenoma mammae kebanyakan adalah wanita berusia antara 15-35 tahun, dan termasuk kasus yang sering terjadi sekitar 10% wanita pernah mengalami satu benjolan pada payudara dan 15% memiliki lebih dari 1 benjolan (tumor), namun karena berukuran kecil dan tidak nyeri maka seringkali tidak disadari. Hingga kini perkembangan fibroadenoma seringkali dikaitkan dengan hormon estrogen atau hormon reproduksi. Namun demikian, penyebab munculnya belum bisa diketahui pasti. Beberapa peneliti mengatakan bahwa fibroadenoma merupakan respons tidak normal tubuh wanita terhadap hormon estrogen. Kemunculannya paling sering pada masa kehamilan atau saat seorang sedang menjalani terapi pengganti hormon, dan dapat mengecil ketika hormon reproduksi menurun, misalnya setelah wanita memasuki masa menopause.

2.1. Gejala Fibroadenoma Mammae

Tumor ini terasa seperti kelereng yang mudah digerakkan di bawah kulit dan jika diraba teksturnya agak kenyal dan halus. Tumor jinak ini biasanya tidak terasa sakit bahkan beberapa kasus tidak dapat terdeteksi atau tidak bisa diraba sama sekali, berbentuk bundar dengan tepi benjolan yang jelas.

2.2. Jenis Jenis Fibroadenoma Mammae

Dibawah ini ada beberapa jenis fibroadenoma lainnya yaitu:

  • Fibroadenoma phyllodes. Jenis ini biasanya bersifat jinak, namun dapat juga berubah menjadi ganas. Dokter akan menyarankan tumor jenis ini untuk diangkat.
  • Fibroadenoma mammae besar. Jenis tumor ini dapat membesar hingga berukuran 5 cm dan harus diangkat karena dapat menekan jaringan payudara sekitarnya.
  • Fibroadenoma kompleks. Pada jenis ini terjadi pertumbuhan sel yang cepat. Firoadenoma kompleks didiagnosis menurut analisa jaringan dengan mikroskop (biopsi).
  • Fibroadenoma Juvenile. Jenis ini merupakan fibroadenoma juvenile dapat membesar, namun seiring waku akan menyusut bahkan bisa menghilang.

3. Ciri Ciri Fibroadenoma Mammae

Berbeda kasus dengan kanker payudara, fam tidak mengeluarkan cairan dari puting, bengkak, kemerahan, atau iritasi kulit sekita payudara. Anda bisa saja memiliki fam pada payudara jika merasakan benjolan yang memiliki ciri-ciri tidak terasa sakit, berbentuk bundar dengan tepi benjolan yang jelas, mudah digerakkan, konsistensi benjolan terasa kenyal dan padat.

Jika anda menemukan benjolan di payudara, maka harus segera periksakan diri anda ke dokter. Dokter akan memeriksa benjolan pada payudara dan memastikan tekstur dan ukurannya.

Ada beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan dokter yaitu: USG payudara, yang mana dokter akan menyarankan pemeriksaan USG untuk pasien berusia di bawah 40 tahun. Sebab, jaringan pada payudara di usia tersebut lebih padat dan membuat hasil uji mammografi sulit dianalisa dokter. Dalam pemeriksaan ini, dokter menganalisa apakah benjolan pada payudara padat atau berisi cairan seperti pada kista payudara. Pemeriksaan mamografi, dokter akan menganalisis gambar fobroadenoma pada jaringan payudara pasien yang diambil dengan menggunakan sinar-X. Tes ini lebih efektif pada wanita berusia 40 tahun ke atas tergantung usia dan apakah anda sedang hamil atau tidak.

Baca Juga:  Pengalaman Operasi FAM di RS Ridhoka Salma

Biopsi, jika benjolan tidak bisa didiagnosis pasti dengan mammografi dan USG, maka dokter akan menyarankan pemeriksaan biopsi payudara. Dokter akan mengambil sampel jaringan dari dalam benjolan dengan memasukkan jarum tipis ke payudara anda dan menarik keluar sedikit bagian dari tumor tersebut untuk dianalisa di laboratorium. Bagian radiolog akan memeriksanya untuk melihat apakah benjolan ini merupakan fam atau jenis tumor payudara lainnya.

4. Pengobatan Fibroadenoma Mammae

Pada beberapa kasus sebenarnya fibroadenoma mammae tidak memerlukan pengobatan. Jika fam berukuran kecil, dokter akan merekomendasikan untuk mengobservasi benjolan tersebut guna melihat apakah benjolan membesar atau tidak daripada langsung mengoperasinya. Namun demi menghilangkan rasa cemas, beberapa wanita lebih memilih jalan operasi untuk menghilangkan benjolan fibroadenoma. Jika anda memiliki fam dalam payudara anda selama hamil atau menyusui dan jika dari hasil tes yang sudah dilakukan, dokter akan menunggu hingga kadar hormon anda kembali normal untuk melihat apakah benjolan menghilang dengan sendirinya, jika anda dokter menganggap benjolan tersebut bertambah besar bersifat abnormal, dokter akan menyarankan untuk membuang tumor tersebut. Lalu dokter akan mengonfirmasi bahwa tumor tersebut bukanlah kanker dan tidak bertambah besar serta tidak menginvasi jaringan sekitar payudara. Prosedur pengangkatan fibroadenoma akan yang akan dilakukan, bisa melalui :

4.1. Cryoablation

Pada saat dilakukan nya prosedur ini, dokter akan memasukkan alatyang sangat tipis mirip tongkat ke benjolan fibroadenoma melalui kulit untuk membekukan jaringan tumor dengan gas.

4.2. Lumpektomi

adalah proses bedah untuk memotong atau mengangkat benjolan fibroadenoma dari payudara. Jaringan yang diangkat tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa apakah terdapat sel-sel kanker.

Meskipun sudah diangkat, fibroadenoma mammae bisa muncul kembali. Dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan dan bila perlu biopsi untuk memastikan apakah benjolan baru tersebut merupakan fibroadenoma atau kanker, jika dokter yakin bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan klinis payudara, jika sudah dilakukan tes pencitraan dan biopsi, lalu hasilnya anda memiliki fam, berikut beberapa alasan jika anda memutuskan untuk menghindari tindakan operatif yaitu karena:

  • Pembedahan bisa mengubah bentuk dan tekstur payudara.
  • Fibroadenoma kadang bisa menghilang dengan sendirinya.
  • Payudara memiliki fibroadenoma yang multipel yang sifatnya stabil.

Untuk memutuskan dilakukan atau tidaknya operasi pengangkatan fam, pertimbangan bahwa fam bisa mengecil atau menghilang dengan sendirinya, dan bahwa operasi fam bisa mengubah bentuk serta tekstur payudara. Apabila operasi tidak dilakukan, anda harus melakukan pemeriksaan rutin untuk mengetahui apakah terdapat perubahan ukuran atau bentuk benjolan.

5. Cara Membedakan Tumor dan Kanker

5.1. Pengertian Tumor

Jika ingin membedakan tumor atau kanker dapat dilihat dari sifat sel-selnya. Pada dasarnya, tumor jinak tidak berkembang dalam jangka panjang dan ada masanya akan berhenti tumbuh. Tumor ini juga tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak menciptakan tumor baru. Dari keseluruhan bisa disimpulkan bahwa tumor jinak bukanlah kanker. Akan tetapi untuk antisipasi, dan upaya untuk mengetahui keberadaan tumor dinilai kanker atau bukan, perlu pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.

Baca Juga:  Pengalaman Operasi FAM di RS Ridhoka Salma

5.2. Pengertian Kanker

Tumor yang bersifat ganas disebut kanker. Berkebalikan dengan tumor jinak, sel-sel kanker bersifat ganas atau merusak. Artinya, sel-sel kanker akan tumbuh terus-menerus, mendesak sel yang sehat, mengambil nutrisi dari sel yang sehat, menyebbar dan membentuk rumor ganas baru di bagian-bagian tubuh sekitarnya.

Jadi, sebagian besar kanker adalah tumor, tapi tumor belum tentu kanker, didalam dunia medis, istilah kanker merujuk pada suatu penyakit yang menyerang hampir semua bagian tubuh dan bereluang mengancam jiwa, tumor dan kanker perbedaanya sangatlah jelas. Apabila dokter mendapati suatu benjolan di tubuh anda dan diagnosis awal mengatakan bahwa itu adalah tumor, jangan langsung mengira benjolan tersebut adalah kanker. Untuk memastikan statusnya, harus dilakukan pemriksaan lebih lanjut hingga didapatkan hasil yang benar-benar akurat.

6. Pencegahan Fibroadenoma Mammae Pada Payudara

Sampai saat ini, penyebab fibroadenoma mammae belum diketahui, sehingga munculnya fam belum dapat dicegah. Namun kita dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada payudara sejak dini dengan cara-cara berikut ini:

  • Ketika berusia 20 tahun, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara 1-3 tahun sekali ke dokter.
  • Lakukan pemeriksaan mammografi ketika anda berusia 45-74 tahun setiap 1-2 tahun sekali.
  • Bila anda berisiko terkena kanker payudara, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi setahun sekali.

6.1. Cara Mendeteksi Fibroadenoma Mammae Pada Payudara

Untuk melakukan pemeriksaaan payudara sendiri (SADARI) untuk mengetahui perubahan pada payudara anda dan mendeteksi apakah ada atau tidak nya benjolan di dalam payudara anda, yaitu dengan cara:

  1. Mengangkat tangan dan periksa apakah ada kelainan di payudara.
  2. Letakkan tangan di pinggang dan periksa payudara.
  3. Sedikit Tekan payudara dari atas ke bawah dan rasakan apakah ada benjolan.
  4. Berikan tekanan pada payudara secara melingkar dan rasakan apakah ada benjolan.
  5. Tekan payudara ke arah puting dan lihat apakah ada cairan keluar dari payudara anda.
  6. Tekan kembali payudara secara melingkar pada posisi berbaring.
  7. Point satu dan dua lakukan di depan cermin.

Lakukan SADARI antara 7-10 hari setelah hari pertama haid. Bila anda menemukan perubahan terjadi pada payudara anda, segera periksakan diri anda ke dokter.

7. Menjaga Pola Hidup Sehat

7.1. Jaga Kesehatan Pasca Terkena Fibroadenoma Mammae

Setelah melakukan tindakan operasi atau pengangkatan fam kita tetap harus menjaga pola hidup kita untuk tidak sembarang konsumsi makanan yang tidak sehat, melihat bahwa kemungkinan fibroadenoma mammae bisa muncul kembali dalam payudara kita. Meskipun kita belum memiliki kebiasaaan sehat, tidak ada salahnya untuk segera mulai menerapkan pola hidup yang sehat di dalam diri kita. Agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari kanker, lakukan beberapa langkah berikut dengan baik:

7.1.1. Konsumsi Makanan Sehat

Makanan akan menajdi sumber kehidupan dan juga tenaga bagi tubuh, itulah mengapa sangat penting untuk selalu menjaga asupan makanan ini dengan tepat. Asupan gizi yang sehat dan seimbang akan membantu tubuh tetap prima dan mengurangi risiko kanker. Hal ini bisa dilakukan dengan mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan juga sumber vitamin lainnya yang baik bagi kesehatan tubuh. Mulailah pola makan yang sehat, di mana pengolahan makanan juga benar-benar diperhatikan dengan cermat. Hindari makanan yang telah melalui proses pengawetan, terutama yang berupa makanan olahan yang berasal dari hewan. Selain itu pengolahan makanan dengan menggunakan teknik pemanggangan dan pembakaran juga bisa menyebabkan kanker, dan akan sangat baik jika kita menghidarinya. Mengolah makanan sendiri dengan cara direbus atau bahkan dikukus adalah langkah yang tepat sebab kandungan nutrisinya masih baik dan sehat untuk dikonsumsi, hindari juga makanan junkfood, mie instan karena termasuk dalam makanan instan yang dapat memicu timbulnya fibroadenoma mammae.

Baca Juga:  Pengalaman Operasi FAM di RS Ridhoka Salma

7.1.2. Hindari Rokok dan Alkohol

Banyak kebiasaan yang dianggap wajar dan tidak berbahaya, justru merupakan hal yang mematikan dan sangat merugikan kesehatan. Merokok menjadi salah satu pemicu kanker yang paling besar. Selain rokok, berbagai minuman berakohol juga sangat berbahaya bagi kesehatan. Hal ini bisa merusak berbagai organ tubuh dan memicu timbulnya kanker di dalam tubuh. Kondisi kesehatan tubuh akan memburuk, termasuk munculnya berbagai macam komplikasi. Pastikan untuk selalu menghindari rokok dan alkohol, sebab keduanya bisa membuat kesehatan menjadi sangat memburuk dan memicu timbulnya berbagai jenis kanker di dalam tubuh.

7.1.3. Menjaga Berat Badan Tetap Seimbang

Sangat penting untuk tetap menjaga berat badan agar seimbang dan tidak gemuk. Hal ini akan berdampak positif bagi tubuh, sebab tubuh dapat bergerak dengan lebih bebas dan metabolisme bisa berjalan dengan lancar. Kandungan lemak tubuh juga akan berada dalam porsi yang tepat, sehingga tidak menghambat peredaran darah juga nutrisi dalam proses pencernaan. Tubuh akan tetap prima dan bisa terhindar dari berbagai risiko penyakit mematikan.

7.1.4. Pola Tidur yang Baik dan Istirahat yang Seimbang

Istirahat waktu tidur juga menjadi hal penting lainnya yang tak bisa diabaikan. Tubuh dan otak membutuhkan istirahat ketika tidur pun jangan lupa untuk melepas bra, agar peredaran darah dalam tubuh kita pun tidak terhambat oleh bra. Tubuh membutuhkan istirahat yang cukup, minimal 7 jam dalam semalam. Pastikan untuk selalu memenuhi jam tidur ini dengan teratur dan berkualitas, sehingga tubuh memiliki waktu dan istirahat yang seimbang akan membantu kita untuk hidup lebih sehat.

7.1.5. Olahraga Teratur

Tubuh yang bugar dan juga berat yang stabil dan seimbang akan sangat memantu kita untuk terhindar dari berbagai macam penyakit, termasuk kanker. Melakukan olahraga secara teratur adalah langkah yang tepat, sebab hal ini bisa menjaga metabolisme tubuh berjalan dengan baik dan mencegah terjadinya penimbunan lemak di dalam tubuh dan meminimalisir hormon estrogen. Bukan hanya itu saja, olahraga juga akan menambah kualitas kesehatan secara maksimal, termasuk menghindari dari risiko penyakit kanker.

8. Kesimpulan

Kanker menjadi penyakit yang paling ditakuti sebab menjadi penyebab kematian yang paling tinggi, dengan hanya mengangkat fibroadenoma mammae dalam payudara, tidak menjamin timbul nya kembali fam dalam tubuh. Namun untuk menghindari risiko penyakit ini, mulailah menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Berbagai kebiasaan hidup sehat yang kita jalankan dengan disiplin, akan sangat membantu kita mencegah timbulnya fam kembali atau penyakit kanker.

2 Replies to “Fibroadenoma Mammae Adalah Tumor Jinak

  1. Kerennn… lengkap penjelasannya, terima kasih banyak, sangat bermanfaat (y)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *